Sabtu, 22 Desember 2012

M-U

Hari ituu..... :o

pagi  cerah, di mana aku mulai membuka mata. ku hirup udara yang segar. mulai ku melangkahkan kaki keluar mencari gemercikan air di sebelah pojok ruangan dengan melewati lorong yang sepi. terdengar suara kicauan burung, begitu mengalun merdu. Terdengarnya membuat hati yang kosong menjadi terhibur. Pikiran yang hampa kini kembali segar. . Teima kasih wahai burung. meskii kamu bukan milikku tapi paling tidak kamu telah menghiburku dari kesepian dan kehampaan. 

aku basuh muka dengan gemercikkan air yang mengalir dari keran itu. kemudian aku mulai menunaikan kewajiban sebagaimana orang muslim untuk sholat subuh. aku panjatkan do'a unt, untuk kedua oang tua ku, untuk aku, keluargaku dan buat orang yang telah mengisi ruang hatiku. tetesan air  mata ini bukti bahwa aku memang membutuhkanMu. aku memohon kepadaMu, semoga Engkau mengabulkan permohonanku Tuhan. 

ku ambil nafas dalam-dalam, aku mulai membuka semangat yang di awali dengan sholat subuh. semoga hari ini aku selalu diberi kekuatan untuk menjalankan aktivitas yang begitu banyak dan padat. permudahlah segala urusanku, berikan kekuatan lahir dan batin untuk menjalani hari-hari ku. :)


usai sudah, aku berangkat bersih diri dan prepare untuk pergi ke kampus. bismillah..... 

UAS telah di depan mata. dan ini hari merupakan hari kedua ku UAS.. tak punya persiapan untukku melaluinya. tapi aku berharap aku bisa menjalani nya dengan baik. belajar untuk optimis bahwa aku akan dapat menjinakkan semua tantangan yang mengahdangku. Tuhan, bantulah hambaMu ini... 
semangat dari dia yang diberikan semalam adalah senjataku yang menjadikan aku semakin kuat menjalani semua ini. terima kasih ya sayang,,, :)

tak lupa jua support yang selalu diberikan oleh ke dua orang tua dan keluargaku tercinta. terimakasih semua... U r my everything.... :*

setelah seharian aku menjalani UAS, ku langkahkan kaki ini besama karibku untuk menjalankan tugas ke dua yaitu menginterview teman-teman angkatan 2012 dan 2011. di sini aku dibantu oleh kanda dan yunda yaitu kanda Rifqi dan yunda Inge. banyak lontaran tanya yang kami tujukan kepada peserta interview calon Pengurus HMJ AP 2013. begitu ketat penilaian kami jalankan. mereka semua memiliki kelebihan yang begitu handal. hal ini membuat kami semakin sulit untuk menyeleksi mana saja yang terbaik. semoga saja keputusan yangkam ibuat merupakan putusan yang terbaik. kepercayaan yang kami berikan, bs diamanahkan dengan baik pula. apalagi komitmen yang telah tertanam semoga dapat mereka buktikan!. aminn... 

masih ada hari esok lagi untuk seleksi tahap ke dua. semakin sulit dan sulit lagi dalam memberi evaluasi secara menyeluruh. 

setelah selesai menginterview, kami membuat syukuran kecil. alhamduilah, syukuran kecil ini membuat kami saling tertawa. semoga dengan itu, niat kami diberkahi oleh Sang Kuasa. amin..... 

seusai smeuanya, aku dan karibku berjalan melangkahkan kedua kaki untuk kembali ke kos. karena kami akan pulang ke kampung halaman, maka kami segera mempesiapkan segala sesuatu untuk di bawa ke kampung, 

tepat pukul 12.30, kami berangkat  menuju stasiun Kota Baru dengan naik mobil pribadi kami yang ber plat biru. alias len AL. hehehe.... meski diiringi gemercik air hujan, kami memaksakan diri untuk segera pulang. karena kami rindu sama keluarga. selain itu, aku sudah jebuh untuk memikirkan hal di malang. aku ingin merefresh otak dahulu.....
sudah dulu ya, aku ngantuk,,, ingin bobog dlu Sobat... Met malem.. :)



Miss_U :*

Sabtu, 22 September 2012

manajemen sarana prasarana



BAB II
HASIL OBSERVASI

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Malang 1 merupakan Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional (RMBI) yang merupakan madrasah unggul di kota Malang dengan luas wilayahnya 6.779 m2. Sebagai madrasah RMBI, sarana prasarana yang dimiliki harus sesuai dengan standar ketetapan Permendiknas no.24 Tahun 2007 tentang Sarana prasarana. Sarana prasarana yang ada di MTs N Malang 1 telah memenuhi standar tersebut bahkan melebihi standar yang ditetapkan.
1.    Sarana Prasarana dan fasilitas yang ada di MTs N Malang 1
v Ruang kelas sebanyak 29 kelas dengan rincian:
·      Kelas reguler sebanyak 13 kelas berisi 24-26 peserta didik dengan fasilitas:
Ø LCD
Ø TV
Ø Speaker
Ø Bangku kayu
Ø Lantai keramik
Ø Lampu standar
Ø White board
Ø Mading
Ø Air  galon
Ø Rak Al-Qur’an
Ø Papan presensi
Ø Meja guru
Ø Almari
Ø Washtafle
·      Kelas billingual sebanyak 12 kelas berisi 24-26 peserta didik dengan fasilitas:
Ø LCD
Ø TV
Ø Speaker
Ø Bangku bahan chitose dan marduma
Ø Lantai keramik berkarpet
Ø Lampu standar
Ø White board
Ø Mading
Ø Air galon
Ø Rak Al-Qur’an
Ø Papan presensi
Ø Meja guru
Ø Almari
Ø Tempat sepatu dan Tempat Sampah (diluar kelas)
Ø 5 komputer
Ø Washtafle

·      Kelas akselerasi sebanyak 4 kelas berisi 22-23 peserta didik dengan fasilitas:
Ø LCD
Ø TV
Ø Speaker
Ø Bangku bahan citos dan marduma
Ø Lantai keramik berkarpet
Ø Lampu standar
Ø White board
Ø Mading
Ø Air galon
Ø Rak Al-Qur’an
Ø Papan presensi
Ø Meja guru
Ø Almari
Ø Tempat sepatu dan tempat sampah (diluar kelas)
Ø 7 komputer
Ø Washtafle

v Ruang Kepala Sekolah
v Ruang Wakil Kepala Sekolah
v Ruang guru
v Ruang TAS
v Lapangan Olahraga
v Perpustakaan
v Lab. Bahasa
v Lab. IPA (biologi, kimia, fisika)
v Lab. Komputer
v Lab. Multimedia
v Loby dan resepsionis
v Ruang UKS
v Ruang pembinaan
v Ruang BK
v Fingerscan
v Mobil(2 buah) dan motor (1 buah)
v Komputer (100 buah)
v Koperasi, wartel, fotokopi
v Ruang organisasi sekolah: OSIS, UKS
v Ruang LDC
v Dapur sekolah
v Studio musik
v Mushola
v Aula/Hall
v Ruang karya siswa
v Tempat parkir
v Taman sekolah
v WiFi 2000 kbps
v Kantin sekolah
v Kamar mandi sebanyak 34 ruang
v Fara TV
v PUSKOM
v Ma’had bagi peserta didik yang bertempat tinggal jauh dari sekolah (masih dalam proses renovasi).

2.    Proses Manajemen Sarana Prasarana di MTs N Malang 1
1.         Proses perencanaan sarana prasarana MTs N Malang 1
Proses perencanaan sarana prasarana tersebut meliputi:  
a.       Mengumpulkan data kebutuhan barang habis pakai dari staf bagian barang dan koordinasi dengan PPK dan PPBJ.
b.      Membuat laporan data-data kebutuhan barang habis pakai dan barang bergerak lainnya.
c.       Menjelaskan kebutuhan barang habis pakai dan barang bergerak lainnya terinci dengan estimasi harga standart/pasaran kepada Kepala Madrasah.
d.      Merencanakan pengadaan barang habis pakai dan barang bergerak lainnya per semester/pertahun bersama dengan bag. Umum, PPK dan PPBJ.
e.       Monitoring dan pengawasan barang-barang yang habis pakai dan barang bergerak lainnya setiap ada catatan perubahan masuk dan keluar barang.
f.       Menyampaikan hasil perencanaan pengadaan barang habis pakai pada Kepala Madrasah dan menyimpannya.

2.      Perencanaan Pengadaan Sarana Prasarana
Perencanaan pengadaan sarana prasarana sekolah dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Dengan membentuk tim pengadaan sarana prasarana sekolah yang terdiri minimal 3 orang yaitu Waka Sarana prasarana, Sekertaris Waka Sarana Prasarana, dan TAS. Kemudian, tim tersebut menganalisis kebutuhan sarana prasarana sekolah dilanjutkan dengan mengajukan kepada komite sekolah. Bersama komite, tim mengadakan rapat tentang pemenuhan sarana prasarana, apakah akan dipenuhi oleh komite sekolah atau dapat dipenuhi oleh pemerintah.
Dalam memenuhi sarana prasarana sekolah, sekolah telah menetapkan standar sarana prasarana yang digunakan dalam pengadaan sarana prasarana sekolah. Maka pengadaan sarana prasarana sekolah harus memenuhi standar yang ditetapkan.
Perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah di sekolah MTsN Malang 1, pertama dengan mengklasifikasikan jenis barang yaitu barang bergerak dan tidak bergerak. Contoh perencanaan pengadaan barang tidak bergerak yaitu 1) penambahan dua ruang kelas baru; dan 2) pembangunan ma’had. Sedangkan contoh perencanaan pengadaan barang bergerak  yaitu 1) Pembelian LCD di kelas reguler dan bilingual; 2) pembelian komputer di kelas akselerasi dan bilingual; 3) penambahan meja dan kursi yang berstandart internasional; 4) pembelian karpet untuk 6 ruang; dan 7) menambah jaringan internet/hotspot.
Pengadaan sarana prasarana berupa barang elektronik, perabot sekolah, peralatan dan perlengkapan dapat dilakukan dengan cara pembelian dengan memperhatikan perbandingan harga serta garansi yang diberikan oleh produsen. 

Proses pengadaan sarana dan prasarana MTs. Negeri Malang 1 yaitu:
1.      Kaur TU mengajukan rencana kebutuhan barang habis pakai dan bergerak kepada Kepala Madrasah.
2.      Membuat perincian pergolongan dan prioritas rencana kebutuhan barang habis pakai dan bergerak yang dibutuhkan.
3.      Merekapitulasi rencanan keseluruhan kebutuhan barang habis pakai dan barang bergerak.
4.      Membuat surat persetujuan pengadaan barang dan mengesahkan kepada Kepala Madrasah.
5.      Melakukan monitoring barang.
6.      Melaksanakan pengadaan barang habis pakai dan barang bergerak (dengan cara lelang, penunjukan, pemilihan maupun swakelola) sesuai peraturan yang berlaku.
7.      Pengadaan barang dengan batas tertentu harus dengan cara Pelelangan Umum, membuat surat perjanjian kerja, SPK, SPMK, dan Surat Perjanjian Pemborongan.
8.      PPBJ menerima barang/jasa.
9.      Melakukan pengecekan kesesuaian terhadap surat pemesanan barang dengan prosedur Inspeksi dan pengujian (dapat meminta bantuan tenaga ahli dari bidangnya jika diperlukan.
10.  Membuat laporan pembelian barang
11.  Membuat laporan pemakaian barang
12.  Melakukan evaluasi terhadap rencanan pengadaan barang tahunan dan realisasinya.
13.  Melakukan revisi jika ada perubahan rencana pengadaan barang tahunan.
14.  Menempatkan  barang sesuai dengan kebutuhan
15.  Melakukan inventarisasi dan labeling barang bergerak yang sudah sesuai dengan pemesanan barang, spesifikasi dan prosedur inspeksi dan pengujian sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3.    Pengorganisasian dan Pendistribusian Sarana Prasarana
Sarana prasarana sekolah merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sekolah sebagai penjual jasa kepada masyarakat. Sebagai duta sekolah, standar sarana prasarana telah ditentukan oleh sekolah bersama komite sekolah baik di kelas regular, bilingual, maupun akselerasi. Penempatan sarana seperti perlengkapan, peralatan, perabot ditempatkan sesuai dengan permintaan dan kebutuhan. Pemberian sarana tersebut tidak serta merta diberikan, namun melalui persetujuan dengan komite sekolah.
Pendistribusian merupakan salah satu upaya peningkatan fasilitas perlengkapan pada setiap kelas di MTsN Malang 1 yang berfungsi untuk lebih memperlancar kegiatan belajar mengajar di kelas agar lebih efektif dan efisien. Pada setiap ruang kelas dilengkapi dengan ICT, kelas difungsikan sebagai laboratorium mata pelajaran.
a.       Kelas akselerasi
Sebagai prioritas utama karena program unggulan sekaligus sebagai ,askot lembaga. Di lain pihak dengan program percepatan ini memerlukan penanganan yang lebih intensif.
b.      Kelas bilingual
Sebagai embrio rintisan madrasah bertaraf internasional sehingga memerlukan pemikiran dan pembiayaan yang lebih.
c.       Kelas regular
Sebagai kelas yang akan ditingkatkan menjadi kelas bilingual sehingga kelas ini akan mudah menuju kelas yang bertaraf internasional.

4.    Pemeliharaan Sarana Prasarana Sekolah
Pemeliharaan sarana prasarana sekolah sangatlah penting dilakukan untuk menjaga kondisi sarana prasarana agar selalu siap untuk digunakan.
Perawatan atau pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana ini memiliki dua sifat, yaitu pemeliharaan sehari-hari dan berkala. Setiap dua minggu sekali ada laporan jumlah dan  kondisi barang sekolah oleh staff sarpras. Pengecatan tembok, perbaikan taman dan kelengkapannya, pemlituran meja kursi siswa di kelas dan di kantor, serta pemlituran atau pengecatan fasilitas umum MTsN Malang 1 lainnya yang ada di luar  kelas dilakukan setiap akhir semester. Semua itu merupakan pemeliharaan yanng sifatnya berkala. Sedangkan pemeliharaan yang sifatnya sehari-hari yaitu menjaga kebersihan sarana dan prasarana yang ada mulai dari menyapu halaman sekolah, dan juga seluruh ruangan yang ada, dan sebagainya yang ada oleh piket atau petugas cleaning service. Selain itu, perlengkapan elektronik selalu diadakan pengecekan selama satu bulan sekali. Apabila deketemukan perlengkapan elektronik yang rusak maka dilakukan perbaikan oleh bagian Puskom. Informasi barang-barang yang memerlukan perbaikan bisa didapat dari guru kelas maupun peserta didik yang melapor atau dari data inventaris kelas. Sebagai pendukung situasi yang nyaman asri perlu diciptakan rasa aman. Maka dari itu diadakanlah pengamanan sarana prasarana sekolah. Kewajiban itu semua diemban oleh masing-masing petugas sekolahdan seluruh warga MTsN Malang 1. Misalnya:
1.      Wali kelas dan siswa diberi tanggung jawab atas barang yang ada di kelasnya tiap dua minggu rapat melaporkan kondisi fisik kelas dan kondisi barang yang ada di kelas.
2.      Laboran (penanggung jawab laboratorium dan multi media) melaporkan kondisi barang dan fasilitasnya tiap rapat rutin dua minggu sekali.
3.      Ta’mir masjid melaporkan kondisi barang dan fasilitasnya tiap rapat rutin dua minggu sekali.
4.      Penanggung jawab Fara TV melaporkan kondisi barang dan fasilitasnya tiap rapat rutin dua minggu sekali.
5.      Penanggung jawab Puskom melaporkan kondisi barang dan fasilitasnya tiap rapat rutin dua minggu sekali.
6.      Dalam lingkup pengaman sekolah secara umum dipercayakan kepada satpam.

5.    Inventarisasi dan Penghapusan sarana prasarana sekolah 
Inventarisasi perlengkapan, peralatan, perabot yang ada di sekolah di data oleh pemerintah sebagai BMN (Barang Milik Negara) karena semuanya merupakan merupakan milik negara baik dari APBN maupun dana yang lain.
Inventarisasi terhadap sarana prasarana ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sarana prasarana tidak bergerak dan bergerak. Sarana prasarana tak bergerak, meliputi: 32 ruang kelas, luas tanah, taman, sarana olahraga (Basket, volley, sepak bola plastik, sepak takraw, lompat jauh, atletik, tenis meja, hall untuk Taekwondo, dan tapak suci), masjid, aula, display (ruang bengkel seni), UKS, koperasi sekolah, kantin sekolah, dapur sekolah, gudang sekolah, laboratorium terpadu, multi media, perpustakaan, ruang guru, ruang komite, ruang kantor, ruang Loby, pos satpam, dan hall.
Sedangkan sarana prasarana Bergerak meliputi:
1.      Barang di masing-masing ruangan kelas
1 meja kursi guru, 26 meja kursi siswa, 1 almari, 1 papan mading, 2 meja almari loker, TV, salon, jam, gambar presiden dan wakil presiden, burung garuda, papan tulis, papan presensi, guci dan galon air minum, korden, jadwal piket kelas, struktur kelas, struktur 5K, jurnal kelas, dan lukisan.
2.      Barang di ruangan kepala
Meja kursi kerja, seperangkat mebeler meja kursi, komputer, printer, mesin Fax,  lemari data, kulkas, TV, meja beserta piala penghargaan, jam dinding, kaligrafi, foto momen penghargaan, foto founding father, piagam penghargaan, bunga hiasan, meja tempat persediaan minum dan korden.
3.      Barang di ruangan TAS
Meja kursi kerja 7 buah, 4 komputer tersambung internet, 2 printer, 3 almari besi, 7 almari kabinet, korden, kaligrafi, jam dinding, foto mantan kepala, gucci dan galon, 1 printer berwarna, finjer scan, kulkas, 2 lemari besar untuk data dan guru karyawan, dan 3 telepon.
4.      Barang di ruangan Waka
Seperangkat meja kursi tamu, 5 meja kursi kerja, 3 komputer, almari dan 2 almari kabinet, TV, dispenser, telepon, salon, AC, lukisan, meja TV, dan korden.
5.      Barang di ruangan guru
6.      Barang di ruangan BK
7.      Barang di ruangan komite
8.      Barang di ruangan UKS
9.      Barang di ruangan Satpam
10.  Barang di ruangan Lab. MIPA
11.  Barang di ruangan Lab. Bahasa
12.  Barang di ruangan Lab. Komputer
13.  Barang di ruangan Multi media
14.  Barang di ruangan Perpustakaan
15.  Barang di ruangan LDC
16.  Barang di ruangan Koperasi
17.  Barang di ruangan Kantin Sekolah
18.  Barang di ruangan Studio Musik
19.  Barang di ruangan Remaja Masjid
20.  Barang di masjid
21.  Barang di Aula
22.  Barang di Gudang
23.  Barang di sekretariat akselerasi
24.  Barang di dapur
25.  Barang di Loby
Proses penghapusan sarana prasarana sekolah idealnya memang harus dilakukan untuk menghapus sarana prasarana yang sudah tidak layak pakai. Namun, pengapusan tersebut tidak mudah dilakukan dan memerlukan biaya. Ada beberapa problema yang dihadapi sekolah untuk menghapus sarana prasarana tersebut seperti adanya pengamatan dari KPK dengan contoh kejadian ada 5 komputer yang ditaksir berumur 3 tahun, namun kurang dari 3 tahun salah satu komputer tersebut sudah rusak sehingga menimbulkan suatu prasangka adanya penggelapan barang. Selain itu, ada problema dalam penghapusan sarana prasarana dengan cara lelang, yaitu harga yang ditaksir jauh lebih tinggi dari harga yang ada dipasar.
Proses penghapusan barang meliputi:
1.      Menyiapkan bahan dan peralatan kerja untuk kegiatan penghapusan.
2.       Mengumpulkan data-data, foto, gambar, denah lokasi dan persyaratan lainnya.
3.      Membuat surat permohonan dan koordinasi tentang penilaian/penaksiran barang yang akan dihapus dengan DPU kota Malang.
4.      Pembuatan SK Panitia Penghapusan yang selanjutnya disahkan/ditandatangani oleh kepala.
5.      Menyerahkan ke umum/ke bagian agenda untuk mendapatkan nomor surat dan stempel dinas.
6.      Panitia meneliti BMN yang akan dihapus, membuat BA, menyusun rencana penghapusan, dan kelengkapan administrasi.
7.      Permintaan surat pengantar dan rekomendasi ke kantor Kementerian Agama Kota selanjutnya mengirim ke Kantor Wilayah kemenag Provinsi Jatim.
8.      Menerima surat tembusan tentang usul persetujuan penghapusan dengan cara lelang, melaporkan ke kepala selanjutnya berkoordinasi dengan pihak KPKNL Malang.
9.      SK. penghapusan terbbit dari Menteri Agama, melaporkan sambil koordinasi, kemudian menghubungi pihak KPKNL Malang berkoordinasi tindakan selanjutnya.
10.  Membuat surat permohonan ke KPKNL Malakng tentang lelang BMN yang telah dibongkar.
11.  Berkoordinasi dengan KPKNL tentang penjualan bongkaran BMN dengan cara lelang
12.  Pembuatan SK. Panitia Lelang bongkaran yang selanjutnya disahkan/ditandatangani oleh kepala.
13.  Proses lelang bongkaran BMN yang dilaksanakan oleh KPKNL Malang.
14.  Terbit salinan Surat Risalah Lelang bongkaran BMN dari KPKNL malang yang lengkap.
15.  Melaporkan Hasil penghapusan BMN ke Kepala.
16.  Mengirimkan dokumen Risalah Lelang bongkaran BMN dari KPKNL Malang yang lengkap.
17.  Menyimpan dokumen-dokumen lelang.

6.    Penilaian dan Pelaporan Sarana Prasarana Sekolah
Penilaian dan pelaporan sarana prasarana dilakukan untuk mengetahui keadaan sarana prasarana sekolah. Sehingga dengan laporan tersebut dapat ditinjau kembali apa saja sarana prasarana yang sudah memadai dan yang belum memadai.
Evaluasi atau penilaian terhadap semua fasilitas yang bergerak dan yang tidak bergerak tersebut dilakukan setiap minggu oleh waka urusan sarpras dan beberapa kepala TAS atau orang yang ditunjuk oleh kepala TAS. Tiap akhir semester petugas monitoring tersebut mengadakan laporan terhadap kondisi barang yang sudah tidak bermanfaat. Tiap akhir tahun pelajaran barang yang tidak berguna akan dihibahkan kepada kelembagaan yang membutuhkan. Adapun setiap diadakannya penghapusan barang harus dimintakan persetujuan komite. Setelah evaluasi selesai, maka diadakan kegiatan lanjutan dari hasil evaluasi tersebut.
Di MTs N Malang 1, pelaporan sarana prasarana dilakukan pada akhir tahun dalam bentuk LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) yang disusun oleh Waka Sarpras. Laporan tersebut berisi sarana prasarana yang rusak, yang perlu diganti, maupun yang perlu ditambah.