BAB III
MASALAH DAN SOLUSI
PEMECAHAN MASALAH
Setelah
melakukan observasi di SDN Sumbersari III, ditemukan beberapa masalah yang
dilihat dari aspek berikut ini:
·
Pengadaan
bahan pustaka
Bahan pustaka
yang dimiliki perpustakaan SDN Sumbersari III kebanyakan adalah bahan pustaka yang berbentuk non-fiksi yaitu
buku-buku mata pelajaran saja, kurang adanya variai untuk menarik minat peserta
didik. padahal minat baca peserta didik yang tinggi adalah buku-buku yang
berbentuk non-fiksi seperti cerita bergambar, cerita pendek, dsb. Walaupun buku
mata pelajaran memang diprioritaskan lebih penting dari pada buku-buku
non-fiksi namun buku non-fiksi juga dapat dijadikan bahan belajar oleh peserta
didik dengan isi bacaan yang mendidik juga. Jadi, peserta didik dapat belajar
dengan senang sehingga minat baca peserta didik juga dapat meningkat.
·
Pemeliharaan
bahan pustaka
Pemeliharan
bahan pustaka yang dilakukan oleh SDN Sumbersari III memang sudah baik yaitu
dengan cara segera menyampul buku-buku baru dan memperbaiki buku-buku yang
mengalami kerusakan ringan. Namun, pada buku-buku yang sudah tidak digunakan
baik karena rusak maupun yang tidak sesuai kurikulum seharusnya diletakkan pada
gudang tersendiri. Di SDN Sumbersari III ini bahan pustaka yang sudah tidak
digunakan tetap berada dalam perpustakaan walaupun dalam BAP berbunyi di
gudangkan. Sehingga bahan pustaka yang sudah tak terpakai menganggu pemandangan
di perpustakaan dan terlihat kurang rapi serta bisa menimbulkan banyak debu
yang dapat berakibat pada kenyamanan pengunjung perpustakaan.
·
Petugas
perpustkaan
Pelayanan perpustakaan
di SDN Sumbersari III ini kurang maksimal dikarenakan juga terbatasnya jumlah
petugas yang ada. Petugas perpustakaan yang ada hanya 1 orang dan semua tugas
dibebankan padanya. Terlebih bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang
sangat menjenuhkan baik dalam hal pelayanan pada pengunjung maupun pemeliharaan
bahan pustaka. Sehingga petugas perpustakaan harus lebih sabar menjalankan
tugasnya. Selain itu, kompetensi yang dimiliki oleh petugas perpustakaan juga
tidak sesuai dengan standar yang ditentukan dalam undang-undang. Walaupun
petugas pernah belajar tentang perpustakaan namun tidak hanya itu kualifikasi
yang dibutuhkan. Perpustakaan di tingkat SD pun juga memerlukan kompetensi yang
cukup bagi petugas perpustakaan. Sehingga, dibutuhkan berbagai pelatihan yang
harus di ikuti oleh petugas perpustakaan agar kinerjanya lebih maksimal lagi
dalam mengelola perpustakaan sekolah.
Pemecahan
masalah yang timbul tersebut dapat dilakukan dengan cara:
·
Pengadaan
atau penambahan bahan pustaka dengan cara:
1. Mengumpulkan karya tulis siswa yang
dinilai baik yang dapat dijadikan koleksi perpustakaan seperti hasil kliping,
cerita pendek, ataupun yang lainnya.
2. Pembuatan dan penyebaran berita tambahan
koleksi pustaka kepada para wali murid ataupun lembaga-lembaga yang terkait
sehingga akan menarik minat mereka untuk memberikan sumbangan untuk tambahan
koleksi perpustakaan.
3. Tukar menukar dengan perpustakaan lain.
Bahan pustaka yang dinilai berlebih kuatitasnya dapat ditukarkan ke
perpustakaan lain, sehingga menambah variasi buku yang ada di perpustakaan.
·
Pemeliharaan
bahan pustaka.
Bahan pustaka yang sudah tak
terpakai sebaiknya diletakkan pada tempat khusus, walaupun tidak ada ruangan
khusus untuk meletakkan bahan pustaka yang sudah tak terpakai. Misalnya saja
dengan membuatkan lemari khusus untuk menyimpan bahan pustaka tersebut.
Sehingga bahan-bahan pustaka ini tidak mengganggu kenyamanan peserta didik yang
berkunjung dan perpustakaan dapat terlihat rapi dan bersih.
·
Petugas
perpustakaan perlu ditambahkan sehingga pelayanan yang diberikan juga lebih
maksimal selain itu pengelolaan perpustakaan juga lebih efektif dan efisien
sehingga siswa pun juga nyaman dan senang di dalam perpustakaan.
Sedangkan petugas perpustakaan juga
perlu pembinaan pengeloaan perpustakaan. Pembinaan dapat dilakukan dengan rutin
mengikuti pembinaan yang diberikan oleh dinas pendidikan selain itu juga dengan
cara:
a. Mengikutsertakan seminar, lokakarya, dan
diskusi-diskusi sesuai dengan profesinya.
b. Memberikan kesempatan mengikuti
pedidikan formal di luar jam kerja.
c. Melakukan studi banding di perpustakaan
lain.
d. Pemberian piagam dan insentif kepada
staf yang berprestasi.
e. Peningkatan loyalitas dan pembinaan
budaya kerja tenaga perpustakaan.
f. Membiasakan petugas perpustakaan untuk
membuat program kerja dan mengevaluasinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar