Senin, 30 April 2012

bab iii. pemecahan masalah


BAB III
MASALAH DAN SOLUSI PEMECAHAN MASALAH

Setelah melakukan observasi di SDN Sumbersari III, ditemukan beberapa masalah yang dilihat dari aspek berikut ini:
·      Pengadaan bahan pustaka
Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan SDN Sumbersari III kebanyakan adalah  bahan pustaka yang berbentuk non-fiksi yaitu buku-buku mata pelajaran saja, kurang adanya variai untuk menarik minat peserta didik. padahal minat baca peserta didik yang tinggi adalah buku-buku yang berbentuk non-fiksi seperti cerita bergambar, cerita pendek, dsb. Walaupun buku mata pelajaran memang diprioritaskan lebih penting dari pada buku-buku non-fiksi namun buku non-fiksi juga dapat dijadikan bahan belajar oleh peserta didik dengan isi bacaan yang mendidik juga. Jadi, peserta didik dapat belajar dengan senang sehingga minat baca peserta didik juga dapat meningkat.
·      Pemeliharaan bahan pustaka
Pemeliharan bahan pustaka yang dilakukan oleh SDN Sumbersari III memang sudah baik yaitu dengan cara segera menyampul buku-buku baru dan memperbaiki buku-buku yang mengalami kerusakan ringan. Namun, pada buku-buku yang sudah tidak digunakan baik karena rusak maupun yang tidak sesuai kurikulum seharusnya diletakkan pada gudang tersendiri. Di SDN Sumbersari III ini bahan pustaka yang sudah tidak digunakan tetap berada dalam perpustakaan walaupun dalam BAP berbunyi di gudangkan. Sehingga bahan pustaka yang sudah tak terpakai menganggu pemandangan di perpustakaan dan terlihat kurang rapi serta bisa menimbulkan banyak debu yang dapat berakibat pada kenyamanan pengunjung perpustakaan.
·      Petugas perpustkaan
Pelayanan perpustakaan di SDN Sumbersari III ini kurang maksimal dikarenakan juga terbatasnya jumlah petugas yang ada. Petugas perpustakaan yang ada hanya 1 orang dan semua tugas dibebankan padanya. Terlebih bertugas di perpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan baik dalam hal pelayanan pada pengunjung maupun pemeliharaan bahan pustaka. Sehingga petugas perpustakaan harus lebih sabar menjalankan tugasnya. Selain itu, kompetensi yang dimiliki oleh petugas perpustakaan juga tidak sesuai dengan standar yang ditentukan dalam undang-undang. Walaupun petugas pernah belajar tentang perpustakaan namun tidak hanya itu kualifikasi yang dibutuhkan. Perpustakaan di tingkat SD pun juga memerlukan kompetensi yang cukup bagi petugas perpustakaan. Sehingga, dibutuhkan berbagai pelatihan yang harus di ikuti oleh petugas perpustakaan agar kinerjanya lebih maksimal lagi dalam mengelola perpustakaan sekolah.
Pemecahan masalah yang timbul tersebut dapat dilakukan dengan cara:
·      Pengadaan atau penambahan bahan pustaka dengan cara:
1.    Mengumpulkan karya tulis siswa yang dinilai baik yang dapat dijadikan koleksi perpustakaan seperti hasil kliping, cerita pendek, ataupun yang lainnya.
2.    Pembuatan dan penyebaran berita tambahan koleksi pustaka kepada para wali murid ataupun lembaga-lembaga yang terkait sehingga akan menarik minat mereka untuk memberikan sumbangan untuk tambahan koleksi perpustakaan.
3.    Tukar menukar dengan perpustakaan lain. Bahan pustaka yang dinilai berlebih kuatitasnya dapat ditukarkan ke perpustakaan lain, sehingga menambah variasi buku yang ada di perpustakaan.
·      Pemeliharaan bahan pustaka.
Bahan pustaka yang sudah tak terpakai sebaiknya diletakkan pada tempat khusus, walaupun tidak ada ruangan khusus untuk meletakkan bahan pustaka yang sudah tak terpakai. Misalnya saja dengan membuatkan lemari khusus untuk menyimpan bahan pustaka tersebut. Sehingga bahan-bahan pustaka ini tidak mengganggu kenyamanan peserta didik yang berkunjung dan perpustakaan dapat terlihat rapi dan bersih.
·      Petugas perpustakaan perlu ditambahkan sehingga pelayanan yang diberikan juga lebih maksimal selain itu pengelolaan perpustakaan juga lebih efektif dan efisien sehingga siswa pun juga nyaman dan senang di dalam perpustakaan.
Sedangkan petugas perpustakaan juga perlu pembinaan pengeloaan perpustakaan. Pembinaan dapat dilakukan dengan rutin mengikuti pembinaan yang diberikan oleh dinas pendidikan selain itu juga dengan cara:
a.       Mengikutsertakan seminar, lokakarya, dan diskusi-diskusi sesuai dengan profesinya.
b.      Memberikan kesempatan mengikuti pedidikan formal di luar jam kerja.
c.       Melakukan studi banding di perpustakaan lain.
d.      Pemberian piagam dan insentif kepada staf yang berprestasi.
e.       Peningkatan loyalitas dan pembinaan budaya kerja tenaga perpustakaan.
f.       Membiasakan petugas perpustakaan untuk membuat program kerja dan mengevaluasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar