Minggu, 25 Maret 2012

education for all

EDUCATION FOR ALL

a)   Makna Video Education for All
Percakapan Latih Show:
Latih   :    Good morning every body, how are you today? See again with me Latih Yusdiansah, in the program Latih Show.... ok.. now,we will talking about education in Indonesia, the topic is indonesian for all. So many opinion that the education only for rich people because cost of education increase expensive and then how about a poor people??? Oke..the answer this question, I invite master of education. Give applause for Ferdi David and then I also invite activis for education Solich Rohman, give applause. Okey...sit down please. Ok...before we talking about our topic with a research person. Let see this video....
                 (Selamat pagi semua, bagaimana kabar hari ini? Bertemu kembali dengan saya di acara Latih Show....ok...sekarang kita akan membicarakan tentang pendidikan di Indonesia, topiknya adalah Indonesia untuk semua. Banyak pendapat bahwa pendidikan hanya untuk orang kaya karena biaya pendidikan menimhkat mahal, lalu bagaimana dengan orang-orang tak mampu??? Oke, jawaban pertanyaan ini, saya mengundang ahli pendidikan. Beri tepuk tangan untuk Ferdi David saya juga mengundang aktivis pendidikan Solich Rohman, beri tepuk tangan. Okey....silahkan duduk. Ok...sebelum kita membahas topik kita dengan para pakar. Mari lihat video ini.....)

(Dalam video)
Latih :      Oke...now we will ask a singing beggar. Lets go! Excuse me Sir.
                 (Oke... sekarang kita akan bertanya pada seorang pengamen. Ayoooo.....permisi tuan)
Dio    :      Yes
                 (Ya)
Latih :      We are from Latih Show, what’s your name?
                 (Kami dari Latih Show, siapa nama anda?)
Dio    :      My name is Dian Oki.
                 (Nama saya Dian Oki)
Latih :      I want to ask, what do you think about education in Indonesia only for rich people?
                 (Saya ingin bertanya, apa pendapat anda tentang pendidikan di Indonesia hanya untuk orang-orang kaya?)
Dio    :      Yes, I think education in Indonesia just like that, for example me. I’m fifteen years old. I should do continou my study to senior high school, but I can not to continou because one thing. I can not paid, and now I become singer beggar. Cause I haven’t ability to work, excepting playing guitar. The government isn’t fair for me.
                 (Ya, saya pikir pendidikan di Indonesia memang seperti itu, contohnya saya. Saya 15 tahun. Saya seharusnya melanjutkan sekolah di SMA, tapi saya tidak dapat karena sesuatu hal yaitu saya tidak mampu membayar, dan sekarang saya menjadi pengamen. Karena saya tidak memiliki kecakapan untuk bekerja, kecuali memainkan gitar. Pemerintah tidak adil terhadap saya)
Latih :      Ok...isn’t government give more schoolarship?
                 (Oke...bukankah pemerintah memberikan beasiswa?)
Dio    :      Yes, that’s true, but most of scholarship just give to smart people or smart student you know, not for poor student like me.
                 (Ya, itu memang benar, tapi kebanyakan beasiswa hanya untuk orang-orang pintar atau murid-murid pintar saja, tidak untuk siswa tidak mampu seperti saya)
Latih :      And then, what’s your expectation from the government?
                 (Lalu apa harapan anda terhadap pemerintah?)
Dio    :      Yes I hope, the scholarship not only for formal education but also for informal education to increase our ability, for example me. If government give me scholarship for guitar lesson, you know, I can be profesional gitarist and out from singing beggar like this.
                 (Ya saya berharap, beasiswa tidak hanya untuk pendidikan formal saja tapi juga pendidikan informal untuk meningkatkan kemampuan kita, contohnya saya. Jika pemerintah memberikan saya beasiswa untuk pelajaran gitar, anda tahu...saya bisa menjadi gitaris profesional dan tidak lagi mengamen)
Latih :      Ok..thank you, sorry I disturb you. Let’s go.
                 Now we will ask the opinion from teacher. Lets go. Excuse me sir. We are from Latih show. We want to ask what do you think about education in Indonesia only for rich people?         


                 (Oke...terimakasih, maaf telah mengganggu anda. Mari.....
                 Sekarang kita akan bertanya mengenai pendapat dari guru. Mari...permisi bapak. Kami dari Latih Show. Kami ingin bertanya tentang bagaimana pendapat anda mengenai pendapat anda tentang pendidikan hanya untuk orang-orang kaya?)
Hari   :      I disargue with that opinion.....because now government have given so many scholarship for student in Indonesia and then there are school for road going and then there are many subsidi for poor people for example BOS.
                 (Saya sependapat dengan pendapat itu...karena sekarang pemerintah sudah memberikan banyak beasiswa untuk siswa di Indonesia dan banyak sekolah terbuka, lalu juga banyak subsidi untuk siswa tidak mampu, contohnya dana BOS.
Latih :      But, in the reality, so many beggar in the streets. What do you think?
                 (Tapi kenyataanya, masih banyak pengamen di jalanan. Bagaimana menurut anda?
Hari   :      Yes, I understand but government have effort about that. And now they are still looking for solutions to make our country more better. Because the mistake is not only from the government but how about our citizen to become more better.
                 (Ya, saya mengerti, namun pemerintah telah berusaha. Dan sekarang mereka masih mencari solusi untuk membuat negara kita lebih baik. Karena kesalahan tidak hanya dari pemerintah tapi bagaimana warga negara kita menjadi lebih baik)
Latih :      Ok..thank you sir.
                 Ok, now we will ask a farmer, Let’s go, excuse me sir, we are from Latih Show, excusme me . Whats your name?
                 (Ok....terima kasih pak.....sekarang kita akan bertanya pada seorang petani, ayo...permisi pak, kami dari Latih Show, permisi pak. Siapa nama anda?
Budi  :      Budi
                 (Budi)
Latih :      Ok Mr.Budi we want to ask, what do you think on your opinion about education in Indonesia only for rich people?
                 (Ok Pak.Budi, kami ingin bertanya, bagaimana pendapat anda dengan pendidikan di Indonesia hanya untuk orang-oreng kaya?)
Budi  :      Yes, I think so, education in Indonesia just for rich people because of education more expensive. The government careless with someone like me, you know, my son just graduate at elementary school because i can not paid if he continou study at junior high school.
                 (Ya, saya rasa seperti itu, pendidikan di Indonesia hanya untuk orang-orang kaya karena pendidikan mahal. Pemerintah tidak peduli dengan seseorang seperti saya, anda tahu....anak saya hanya lulus di SD saja karena saya tidak mampu membayar jika dia melanjutkan ke SLTA)
Latih :      And then, what is your expectation about the government?
                 (Lalu, apa harapan anda terhadap pemerintah?)
Budi  :      I hope the government more care someone like me, scholarship isn’t just for smart people but also for poor people in order children like me so they can continou study.
                 (Saya berharap pemerintah lebih pedulipada orang seperti saya, beasiswa tidak hanya untuk orang-orang pandai tapi juga untuk orang-orang tidak mampu agar anak-anak dapat melanjutkan sekolahnya)
Latih :      Ok...thank you Sir, sorry for disturb your activity.
                 (Ok...terima kasih pak, maaf mengganggu Anda)

(Kembali ke Show)
Latih :      Ok,,,that’s a people opinion about education in Indonesia, before we hear the conception from research person, Let see the comercial break. Stay with Latih Show.......
                 (Ok...itu tadi pendapat publik tentang pendidikan di Indonesia, sebelum kita mendengar pendapat dari para pakar, saatnya comercial break. Tetaplah bersama Latih Show)
(Comecial break)
Latih :      Come back with Latih Show... ok well, Mr.Ferdi what your opinion after you see the video?
                 (Kembali lagi bersama Latih Show...baiklah, Oak.Ferdi bagaimana pendapat anda setelah melihat video itu?)
Ferdi :      Well, I think government had worked maximal to increase education in Indonesia, I agree with teacher in the video, you can see, so many effort for example scholarship, BOS, and more subsidi to have the poor student in order can study, and the government have built the school especialy for the poor student, now if many student cannot get their study, its because themselves  who want to continou their study. This is my conception.
                 (Baiklah, saya rasa pemerintah sudah bekerja secara maksimal untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Saya setuju dengan guru dalam video, anda bisa melihat, banyak sekali usaha contohnya: beasiswa, dana BOS, dan subsidi untuk membuat siswa yang tidak mampu agar dapat melanjutkan sekolahnya, dan pemerintah telah mendirikan sekolah khususnya untuk anak-anak tidak mampu. Sekarang, jika banyak anak yang tidak sekolah, itu karena dirinya sendiri yang tidak mau melanjutkan sekolah. Itu pendapat saya)
Latih :      Yes, well I see, and now what the conception from ones?
                 (Ya, saya mengerti, dan sekarang bagaimana dengan pendapat dari Ones?)
Ones :      Yes I do, I disargue with Mr.Ferdi...because in reality there are so many peple can not school and education is all about trouble you know.
                 (Ya, saya tidak setuju dengan Pak. Ferdi...karena kenyataanya banyak orang-orang tidak dapat sekolah dan pendidikan dalam masalah, anda tahu kan)
Latih :      what’s that?
                 (Apa itu?)
Ones :      The education is ...the cost of education. Cost of education is more and more expensive for our citizen. I have a resume, and the resume from my listed is almost 97% of student in Indonesia can not continou their study because they cannot paid the cost education in the school. Although the budget for educational is 20% I think that’s not enough.
                 (Biaya Pendidikan semakin mahal dan mahal untuk warga negara kita. Saya mempunyai data, dan data dari daftar saya menunjukkan 97% siswa di Indonesia tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena mereka tidak bisa membayar biaya sekolah di sekolah. Walaupun anggaran untuk pendidikan adalah 20%, saya rasa itu tidak cukup)
Latih :      Ok, that’s opinion.
                 (Ok..itulah pendapatnya)
Ferdi :      Yes that’s true, but do you know until the time, the government still effort to handle  all the problem, government take the budget from increase takes almost 15% to fulfil our education necessary.
                 (Ya itu memang benar, tapi apakah anda tahu hingga sekarang, pemerintah masih berusaha untuk mengatasi semua masalah, pemerintah mengambil anggaran dari pembangunan hampir 15% untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kita)
Latih :      Ok, give applause....
                 Very very interesting to talking, ok now I take the conclusion that education in  Indonesia have good enough but government need repair again in order education can be comprehensive for a rich people and for poor people because education must be for all.
                 Ok thank you for your attention see you again in the Latih Show...
                 (Ok, beri tepuk tangan....
                 Sangat-sangat menarik untuk dibicarakan, ok...sekarang saya menyimpulkan bahwa pendidikan di Indonesia sudah cukup baik tapi pemerintah harus membenahi lagi agar pendidikan dapat menyeluruh untuk orang kaya dan orang miskin karena pendidikan pasti untuk semua.
                 Ok....terima kasih atas perhatian anda, sampai jumpa lagi di Latih Show)

Makna terjemahan dari video Education for All:
Video tersebut berisi acara Talk Show yang di presenteri oleh Latih Yusdiansah. Talk Show tersebut bertemakan pendidikan dengan topik Indonesian for all. Dari terjemahan video yang berjudul Education for All tersebut, dapat diketahui tentang keadaan pendidikan yang ada di Indonesia saat ini yang hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang dalam tanda kutip berduit. Biaya yang semakin mahal membuat para anak-anak tak mampu terpaksa tidak melanjutkan sekolah yang seharusnya diutamakan. Contohnya saja seorang pengamen yang ada dalam video tersebut, ia tak dapat melanjutkan ke SMA karena ia tak mampu membayar sehingga harus putus sekolah dan mengamen karena tak mempunyai kemampuan untuk bekerja yang lebih baik. Namun dari pendapat seorang guru, pendidikan yang ada di Indonesia ini sudah memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia, seperti beasiswa, dana BOS, dan subsidi yang diberikan. Di lain sisi, pendapat dari seorang petani akan pendidikan yang tidak bisa dinikmati anaknya turut memberikan duka akan pendidikan yang ada. Harapan untuk anaknya agar dapat bersekolah tak dapat tercapai dengan kendala lagi-lagi karena biaya yang terlalu tinggi sehingga ia tak mampu untuk terus membiayai anaknya, sehingga anaknya hanya dapat lulus di tingkat SD saja. Dari pendapat-pendapat tersebut, sebenarnya masyarakat hanya berharap Pemerintah memberikan kepeduliannya kepada anak-anak yang tidak mampu ini dengan memberikan bantuan yang kebanyakan beasiswa dari Pemerintah hanya dapat dinikmati oleh siswa-siswa yang pandai menjadi berlaku juga untuk siswa yang tidak mampu. Sehingga anak-anak yang tidak mampu ini dapat terus mengenyam bangku sekolah setinggi-tingginya.
Menurut pendapat Ones, seorang aktivis pendidikan, kebijakan pemerintah menganggarkan 20% APBN untuk pendidikan masih belum cukup untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Dari data yang ia punya menunjukkan bahwa 97% anak tidak dapat melanjutkan pendidikan karena ketiadaan biaya. Sedangkan Pak Ferdi seorang pakar pendidikan menyatakan bahawa untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia Pemerintah juga mengambil 15% dari dana BUMN untuk lebih meningkatkan pendidikan. Dan, jika masih ada anak yang tidak bersekolah maka itu karena mereka sendiri yang tidak ingin melanjutkan. Karena pemerintah sendiri telah berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh warga baik kaya maupun miskin.
Kesimpulan dari isi pembicaraan dalam video tersebut adalah bahwa pendidikan di Indonesia sudah cukup bagus namun Pemerintah harus lebih dan lebih membenahi sistem pendidikan yang terkesan masih semrawut. Sehingga, bangku sekolah dapat dinikmati dan terlaksana secara menyeluruh kepada seluruh warga negara dan harapan-harapan masyarakat dapat terpenuhi. Pemerintah juga harus menyadari bahwa kenyataan yang ada saat ini menunjukkan bahwa walaupun dengan adanya bantuan berupa beasiswa maupun yang lainnya, belum cukup membantu mengurangi tingkat anak putus sekolah. Jadi, pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan akan berusaha lebih maksimal untuk memberikan dana agar pelaksanakan pendidikan berjalan efektif dan seefisien mungkin. Sehingga, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin untuk memperoleh pendidikan sebagai wujud kesejahteraan bersama.
b)     Hikmah-Pelajaran-Kesimpulan dari film Education for All
Problema pendidikan di negara Indonesia memang tak pernah berakhir. Kualitas pendidikan yang ada dirasa sangat kurang memuaskan dengan terus berjejernya tuntutan-tuntutan masyarakat akan pemenuhan pendidikan bagi mereka. Berbagai masalah yang harus dihadapi di Indonesia, antara lain: Anak yang putus sekolah diperkirakan masih ada dua juta anak, kualifikasi guru yang masih kurang, Metode pengajaran yang tidak efektif yaitu masih berorientasi kepada guru dan anak didik tidak diberi kesempatan memahami sendiri, manajemen sekolah yang buruk, kurangnya keterlibatan masyarakat, kurangnya akses pengembangan dan pembelajaran usia dini bagi sebagian besar anak usia 3 sampai 6 tahun terutama anak-anak yang tinggal di pedalaman dan pedesaan, alokasi anggaran dari pemerintah daerah dan pusat yang tidak memadai, serta biaya pendidikan yang tinggi.
Contohnya saja kebijakan pemerintah dengan title wajib belajar 12 tahun bagi warganya namun biaya pendidikan juga semakin mahal dan tak terjangkau oleh kaum ekonomi kelas bawah. Ini dianggap sama saja oleh masyarakat. Walaupun anggaran APBN untuk pendidikan sebesar 20% untuk pendidikan, masih saja belum dapat memenuhi kebutuhan akan pendidikan bagi masyarakat.
Secara khusus dari video Education for All tersebut kita dapat mengetahui, betapa sulitnya bagi warga negara yang tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang seharusnya dirasakan. Bagi, warga miskin, biaya pendidikan menjadi sesuatu yang “angker” dan  mengerikan karena mereka tak mampu untuk membayarnya. Sehingga, pendidikan diasumsikan sebagai konsumsi orang-orang yang berkantong tebal. Walaupun pemerintah sendiri memberikan banyak dana bantuan sebagai wujud bantuan biaya pendidikan, bantuan tersebut terkesan kurang tepat sasaran. Kenyataanya masih banyak masyarakat yang tak dapat membiayai anak-anaknya untuk besekolah. Sehingga, putus sekolah tak dapat dihindarkan bahkan menjadi tradisi tiap tahunnya.
Dari sinilah, tugas Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan harus mampu memberikan solusi yang efektif dan efisien agar pelaksanaan pendidikan tidak hanya memihak kaum atas, namun juga kaum bawah. Di lain sisi masyarakat juga harus berpartisipasi untuk membantu pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Seperti halnya memberikan donasi sebagai bentuk bantuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah. Sehingga menciptakan kehidupan masyarakat yang peduli akan pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar